Friday, April 19, 2013

New Loook... :D

Umm.. well.. aku mengganti background template blog. Sebenarnya hanya ingin menutupi kekesalanku terhadap blogger. Aq tidak mengerti kenapa poto2 di blog ini menghilang secara misterius. Salah aq apa? apaa??!

Nanti aq akan posting rada banyakan, sehingga postingan yng sudah tidak bergambar bisa jadi history di halaman sebelumnya. Tidak perlu nampil dihalaman depan seperti ini, jadi merusak pemandangan saja.. :(


Friday, March 22, 2013

Tadaaa... I'm back

Ternyata oh ternyata.. sudah lama sekali ku meninggalkan blog ku ini.. Uda 9 bulan juga.. *10 hari lgi bisa brojol nih.. hehehe..

Ngapain ajah sih 9 bulan ini... Yuuuk diintip.. :P
1. Pindah ke negri Spore menjadi TKW.. heheh.. gak berasa juga ternyata uda 9 bulan di Spore. Tidak banyak adaptasi, mungkin karena bukan negeri yang terlalu beda budayanya dengan Indonesia. Cuman semuanya lebih nyaman, sehingga jadi lebih betah di Spore ketimbang negri sendiri.. *ooopss.
2. Traveling diakhir tahun. Puas banget. Baru kali ini mengunjungi 5 tempat hanya menghabiskan 3jtan.. *hanyaa?! Dimana kaah itu? Masih seputaran Jawa, tepatnya Jawa Timur, dari Surabaya, Bromo, Batu Malang, Dieng hingga Yogya. 
3. Bisnis ke Jakarta dan Jepang. Kalo Jakarta gak perlu cerita panjang aah.. hihih.. Nah klo Jepang perlu nih.. :P Pertama kali merasakan salju dan musim dingin.. Dingin yang amat sangat. Yang belum pernah terbayang akan melewati musim super dingin. Cerita-cerita lebih lengkap menyusul kali yaah.. (baca: klo ada waktu ><")
4. Rencana masa depan.. *ce i lee.. saat ini juga lgi bantu-bantu Bby ngurus rumah yng lagi direnov. Sibuk hunting pernak-pernik rumah, bantu-bantu2 dekorasi. Dan juga menyambut kedatangan baby Picie alias Picanto.. :P

Sudah sekian dulu.. Buru-buru juga nulisnya karena nyuri-nyuri waktu disela-sela kerjaan..

:D 



Friday, June 22, 2012

Dari Biasa menjadi Luar Biasa

Bisa dibilang , aku ini anak biasa , apa maksudnya ya anak biasa? Hihi , jadi bingung sendiri menjelaskannya. Maksudnya adalah , aku lahir , tumbuh dan berkembang di keluarga dan lingkungan yang biasa-biasa saja. Semua kebutuhanku tercukupi , tapi ya tidak lebih dan tidak juga kurang. Sehingga aku pun tidak pernah memiliki hobby ataupun angan-angan yang luar biasa , semuanya juga biasa-biasa saja. Termasuk untuk yang namanya traveling , tidak pernah melakukan perjalanan khusus , baik dengan keluarga maupun dengan teman-teman. Pulang kampung bersama keluarga memang menjadi agenda wajib setiap hari raya lebaran , tapi ya dengan destinasi yang tidak pernah luput antara Tasikmalaya atau Indramayu saja , mengingat keluarga besar kami berada di dua kota tersebut. Aaah , iya , pernah sekali aku dan kakak senior kampusku melancong di Jogjakarta , membedah daerah Malioboro dan sekitarnya. Ini pertama kalinya aku traveling , pada saat aku berusia 19 tahun. Bayangkan , setelah berusia 19 tahun baru melakukan traveling? Sekarang mulai mengerti kan kenapa aku menyebut diriku anak biasa? OK , sepertinya aku sudah cukup banyak menuliskan kata “biasa” , dan aku sudah mulai bingung harus mendefinisikannya dengan cara apa lagi.

Tapi kata “biasa” itu berubah rasanya ketika aku mulai bekerja di Batam. Selain sudah mulai berpenghasilan , Batam sendiri tergolong pulau yang sangat strategis karena letaknya yang diapit oleh Singapura dan Malaysia. Bayangkan , untuk mencapai kedua negara tersebut , aku hanya cukup menempuh perjalanan selama 1 jam dengan menyebrang menggunakan perahu ferry. Dan dari Changi Singapore International Airport , puluhan bahkan ratusan armada penerbangan ke berbagai penjuru dunia siap melayani anda. Yupz , sekarang aku memang lebih leluasa untuk traveling , kapanpun dan kemanapun aku ingin pergi , tak pernah lagi menjadi begitu masalah ( tolong tekankan pada kata “begitu” ya ). Selama masih masuk budget , aku selalu berkata “why not ?” , hehe. Petualanganpun dimulai !

Semakin kesini , semakin banyak tempat yang sudah aku kunjungi , dan semakin banyak hal menarik yang kulakukan. Salah satu di antaranya adalah menepis rasa takut. Seperti saat perjalananku ke Bali pada bulan Mei 2009 bersama teman-teman kuliahku dulu. Tepat di Tanjung Benoa , terdapat atraksi satwa-satwa dilindungi seperti penyu , kelelawar , ular dan masih banyak lagi. Mendapat tantangan dari teman-temanku , akupun akhirnya memberanikan diri untuk bersentuhan dengan ular dan kelelawar. Jujur saja , ular adalah salah satu binatang yang menakutkan menurutku , berbisa dan mematikan. Sesaat sebelumnya , memanglah sangat menakutkan dan menjijikan , namun setelahnya , ada rasa puas telah berhasil mengalahkan ketakutanku. Hal serupa terjadi lagi pada saat aku berada di Dunia Fantasi Jakarta di bulan Juli 2011. Aku berkesempatan menaiki wahana-wahana ekstreem yang menguras adrenaline , dan yang paling parah adalah wahana Tornado. Teman-teman yang kuajak , semuanya geleng-geleng ketika tiba di wahana ini , terpaksalah aku sendiri , selesainya , lututku lemas rasanya , meskipun begitu , terasa sangat puas karena aku berani menaklukan wahana ini , horaaay.

aku memegang binatang yang menurutku mengerikan
Tornado rock !!!
 Sedikit tips , pada saat memilih  tujuan traveling , pastikan kalau kamu mendapatkan lokasi yang juga syarat dengan wisata kuliner unik yang terdapat di masing-masing daerah. Hitung-hitung sambil menyelam minum kopi , dijamin rasa puasnya ganda , hehe. Sebut saja salah satunya , Thai Fruit Salad yang aku nikmati di Bangkok pada bulan Desember 2011 , memiliki komposisi yang berbeda dengan salad pada umumnya. Buah segar dipadu dengan saus khas Thailand bertabur kacang mede. Dan tentunya , ada rasa yang baru di lidah , berasa ! kalau di Indonesia sendiri , khususnya Jawa Barat , Bogor dan Bandung terkenal dengan surga wisata kuliner. Nggak heran , setiap pulang dari traveling , beratku pasti bertambah , tapi sayangnya cuma di perut saja , hicks ,,,

Hal menarik berikutnya dari melakukan sebuah perjalanan adalah kesempatan untuk memahami agama dan tradisi yang baru di tempat kita berkunjung. Setiap daerah , memiliki agama dan tradisi yang berbeda-beda , meskipun seringkali dianggap tabu untuk dicoba-coba. Namun bagi kebanyakan orang yang melihatnya dari sisi lain , akan menimbulkan gairah tersendiri dalam menjalaninya. Karena dibaliknya , ada decak kagum dan pengetahuan yang akan kita dapat. Desember 2011 , saat itu aku berada di kuil Wat Pho , Bangkok. Cukup unik , tradisi yang berlaku adalah , jika kita mengisi koin ke dalam bejana yang tersedia , maka permintaan kita akan terkabul. Percaya nggak percaya sih , tapi menarik bukan? Selain itu , kuil tempat peribadatan etnis China memang selalu menarik di mataku. Hal ini dikarenakan arsitektural khas yang juga menjadi salah satu ciri khasnya. Seperti Thean Hou Temple Kuala Lumpur yang aku kunjungi Mei 2012 lalu , memukau!
Tradisi mengisi koin pada bejana di kuil Wat Pho Bangkok
Menyamar jadi shifu di kuil Thean Hou Kuala Lumpur
 Salah satu hal yang paling erat hubungannya dengan dunia traveling adalah fotografi. Ya , sudah pasti , siapapun pasti ingin mengabadikan moment-moment penjelajahannya. Kalau memoto dengan kamera saku , merupakan hal yang biasa , namun akhirnya akupun mempelajari teknik foto dengan kamera berlensa besar atau disebut juga kamera DSLR. Gampang-gampang susah , hal ini dikarenakan kamera DSLR memiliki titik fokus yang bisa diatur , namun hasilnya sangat memuaskan. Kalau berfoto-foto ria di tempat yang umum , saya rasa itu adalah hal yang biasa juga. Nah , bagaimana kalau harus berfoto-foto di dalam sebuah gereja? Hal ini tentunya terasa sedikit canggung untuk saya yang beragama muslim. Contohnya , beberapa waktunya yang lalu di bulan Juni 2012 , aku melakukan pemotretan untuk acara pra-wedding sahabatku di sebuah gereja di Batam. Namun , kembali lagi , apakah tujuan utama kita , dan pastinya , harus tetap menghormati peraturan di gereja. Bukankah ini termasuk toleransi beragama yang selama ini kita pelajari? *pembelaan diri nih ceritanya
Kebanggaanku adalah akhirnya aku mampu menginjakkan kaki di beberapa belahan bumi , mencoba hal-hal baru , memahami beragam agama dan tradisi di muka bumi , bahkan juga menepis rasa takut.  Pemilihan destinasipun bisa disesuaikan dengan kondisi keuangan kita tentunya , tidak harus selalu berbudget mahal untuk mendapatkan perjalanan yang mengesankan. Walaupun destinasi traveling ku belum sebanyak orang-orang lain , dan perjalananku juga belumlah se-luar biasa orang-orang lain , tapi aku merasa sangat bersyukur. Toh luar biasa itu kan relatif.

posted by: bby.



Wednesday, May 16, 2012

the Journey begins.. heheh.. gak terasa uda masuk liburan panjang lagi.. lumayan ada 4 hari libur, kami pun merencanakan jalan2 ke Malaysia. Tidak terlalu jauh dan murah pula. :D here we gooo..

Monday, April 30, 2012

Monster Buku

Monster Buku menyewakan berbagai jenis bacaan. Mayoritas diantaranya adalah novel dan komik yang menjadi bacaan unggulan di genrenya. Sebagian judul mungkin tidak ditemukan di Batam karena sebagian besar buku didatangkan dari Jakarta.

Monster Buku memberikan harga sewa yang terjangkau. Untuk itu, mohon dapat menjaga dan merawat buku dengan baik sehingga Monster Buku tidak perlu mengeluarkan biaya
maintenance buku dan dapat mengolahnya untuk pengadaan buku baru.

Monster Buku memberikan diskon bagi para maniak buku sehingga harga sewa menjadi lebih murah dari harga sewa normal.

Monster Buku juga memberikan program membaca di tempat gratis bagi Panti Asuhan. Silahkan hubungi kami untuk proses lebih lanjut.

Alamat: Perum Bida Asri 1 Blok A1 No 41, Batam Center (Seberang Tunas Industri)
atau kunjungin fanpage di FB: http://www.facebook.com/monsterbuku

Tunggu apa lagi? Mari bergabung! :)  

Thursday, April 12, 2012

Abisin Long wiken

Long wiken awal April diabisin liburan ke Spore bareng Linna. Bisa dikatakan dadakan. heheh.. setelah Chacha dititipkan di rumah Nenek nya, berangkat lah kami. Berdua saja. Jadi ingat kembali traveling berdua ama Linna 5 tahun silam. *hihihi..

Spotnya sendiri tidak terlalu banyak, hanya pergi ke Changi Chapel Museum, yang lumayan jauh dari pusat kota, dan ke Science Center yang penuh dengan permainan. Kami juga mencoba Snow City disana.. brrrr.. ternyata dingin sekali yah. Jadi gak kebayang negara2 yang ada musim dinginnya, tahan bener..

Tinggalnya kami pun di hostel. Kami memilih dorm yang khusus wanita. Banyak toleransi yang harus dilakukan, mengingat dikamar tidak hanya kami berdua. Tpi kenapa orang2 tidak begitu bisa mengerti yah. Contohnya saja dimalam pertama kami. jam 12 malam, grasak grusuk dan masih ngobrol didalam kamar. Jelas aku terbangun oleh mereka.. grrrr.. pengen ajah lempar bantal ke mereka, lalu teriak "Shut up!!"... hahah tpi dasar orang sabar aku hanya gerutu didalam bantal ajah.. :P

Cukup lama ku tidak menghabiskan waktu traveling dengan teman2 dekat ku. Mereka sendiri waktunya sangat terbatas, karena rata2 sudah pada berkeluarga. Ternyata aku kangen sekali :( jadi ingin traveling lagi.. rame2 bersama teman2..

Tuesday, March 27, 2012

New Layout

Tidak rencana untuk ganti template blog ini. Namun saat melihat ada template yang ok, yah diganti jadinya. Not bad yaak.. rada segeran.. *halaah.. Disebelah kanan juga ditambahin feature Goodreads. Jadi bisa dilihat buku2 apa ajah yang telah kubaca, beserta review dan ratingnya.. Seru yaah, jadi rame.. heheh.. makasih uda mampir.. moga rumah baru ini bisa bikin betah.. :P


Friday, March 16, 2012

Book Bugger....

Heuheu.. uda beberapa bulan terakhir sering hunting novel. Bahkan untuk bulan ini saja ku sudah memesan 8 novel, 2 diantaranya sebenarnya non-fiksi, buku cerita tentang travelling. Fuihhh.. Ntah karena tidak ada kesibukan yang berarti sehingga pelampiasannya ke buku, atau emang lagi suka membaca.. heheh.. Tapi sepertinya kedua2 memegang peranan.. :P

Ku bahkan tidak ingat sejak kapan mulai suka membaca. Dulu gak seobses seperti sekarang, paling hanya jika ada novel yang emang bagus dan booming. Nah sekarang, setiap pengarang favorit ngeluarin buku langsung deh dibeli. Belum lagi kalo pengarang2nya nerbitin buku dalam waktu yang sama.. hadeww.. contohnya yang sekarang ini.. *tutupmata.

Jadi pengen punya rak buku khusus untuk buku2ku.. karena saat ini jumlahnya sudah banyak, dan tidak ada tempat untuk menyimpannya. Lemari sudah penuh kasian mereka.. *halaah.. :P


Wednesday, February 15, 2012

My Valentine...

Valentine kali ini musti pisah, huhuh. Jadi ingat taon kemaren.. saat bby akan prepare traveling dengan teman kantornya ke Langkawi, aq sendiri memintanya untuk membatalkan nya..
Jahat nya.. :D

Tpi taon ini, justru aku yang harus pergi, bukan traveling tapi bisnis trip, dimana aku sendiri tidak mungkin membatalkannya walaupun ku ingin. Sebagai tanda menembus kesalahanku *jiaaah.. Aku pun prepare kado khusus untuk nya, tidak bentuk barang, tpi video. Hehehe. *how romantic.. **halaaah..
Persiapan nya tidak banyak, aku hanya teringat musik video favorit bby, Just a kiss, dari situ lah aku mendapatkan ide. Lalu aku pun menyiapkan kertas dan spidol. Itu saja modal ku.

Saat ku di Bekasi, di kamar hotelku sendiri, aku pun mulai persiapan rekaman. Apa aja sih isinya.. cuman kata2 manis yang kutulis dikertas, dari lirik2 lagu yang tidak asing buat kami,, hihihi.. *jadimalu..

Dengan background sound lagu favoritnya, aku pun mulai satu2 persatu menunjukan tulisan2 di kertas didepan kamera rekaman. Dengan durasi tidak lebih dari 2 menit itu pun jadi.
Tadaaaa.. besok pagi2 aku pun mengirimnya, tepat di hari Valentine... *so sweeeet..

Ingin sekali melihat reaksi bby saat melihat video itu.. tapi apa daya jarak ratusan kilometer memisahkan kami.. *wew..

Tpi dari update bby, bahwa dia sangat menyukainya.. ampe nangis melihatnya.. *hihihi.. ntah kenapa aku suka sekali membuatnya nangis terharu... :P

Walau banyak yang bilang, hari valentine mah bisa tiap hari, gak musti di tnggl 14 Feb, tpi bagiku, bentuk kasih sayang butuh diungkapkan, dan tidak perlu lah terlalu alergi dengan perayaannya toh anggap sajah sebagai pemanis dalam setahun itu, biar gak bosan gitu.. :P

Happy Valentine yah eniwei.. moga selalu dikeliling oleh orang yang terkasih.. :*

Thursday, January 19, 2012

Day 6 - Hari Yang Ajaib

Liburan segera berakhir, tertanda karena hari ini adalah hari terakhir, dan hari ini pun kami isi penuh dengan perjalanan pulang :(. Dikesunyian pagi itu, taxi telah datang lebih cepat dari waktu yang dijanjikan. Kami pun naik, perjalanan pulang yang berasa berat sekali.. huhhuuu.. Setelah check in, kami pun sarapan di Burger King airport. Waktu masih lama, kami pun santai2 sajah.. masih 2 jam lagi dari waktu boarding. Bahkan sebelum custom check, kami belanja lagi di toko sovenir. Abisin baht receh yang masih tersisa. Pilih sana sini. Yah dapat juga, harga tidak terlalu mahal. Sejam sebelum boarding kami pun ke custom check. Kaget. Rame banget, antrian sudah panjang kebelakang. Duh!

Stay cool, custom check untuk pulang seharusnya tidak lama, yah.. masih sejam masih keburu. Eng eng.. 30 menit telah lewat. Barisan kami bergerak lama sekali. Haduh.. makin panik. 15 menit sebelum boarding masih gelisah menunggu. Masih 7 orang lagi didepan. Mencoba merayu orang yang didepan kami, ku melihat waktu boarding dia masih lama, ku mencoba rayu untuk ganti barisan, karena waktu boarding kami tinggal 15 menit lagi. Ditolak! Hikss.. mulai pasrah.. mulai gak tenang.. 5 menit sebelum boarding. Gak kebayang musti ketinggalan pesawat. Iya sih males pulang, tapi kalo ketinggalan pesawat sepertinya gak lucu deh.. :(

Waktu boarding telah lewat 5 menit, passportku pun telah di cap. Lari secepatnya, berharap gate belum tutup, pesawat belum jalan. Annnnd thanks God, gate belum tutup dan kami pun penumpang terakhir yang naik. Menghela nafas, mengatur detak jantung, last minute boarding. Fuiihhh..

Dari Phuket kami harus terbang ke Singapura, kemudian dari Singapura menyebrang lagi menuju Batam dengan kapal ferry. Dan ternyata hari ini cukup ajaib bagi kami, terbangun pagi dan sarapan di Thailand, Makan siang di Singapura, kemudian berlanjut makan malam di Indonesia. Saya rasa, ngga banyak orang yang memiliki kesempatan untuk melakukan agenda tadi, hehehe . Liburan kali ini sangatlah berbeda dan berkesan, sampai jumpa di liburan berikutnya.

written by : bby n bunn

Wednesday, January 18, 2012

Day 5 - Becoming An Islander

Terbangun pagi ini, dengan suasana kamar yang baru, namun tetap berselimutkan kenyamanan yang sama. Jadwal kami hari ini adalah PhiPhi Island Tour, yang tentu saja masih hasil karya Ms.Cesar. Tour kali ini, meliputi tour ke PhiPhi Island, Maya Bay dan Mongkey Beach, yang kesemuanya terbandrol seharga 1050 Baht, harga ini lebih murah 750 Baht dari harga normalnya, padahal sudah termasuk transportasi dan makan siang juga. Dari pulau ke pulau, itulah tema kita hari ini, and we are so damn ready becoming an islander.

Awal berangkat menuju PhiPhi Don Island, hujan mengguyur, sehingga pada saat kami sampai, cuaca sangatlah bersahabat. Pemandangan di Phi Phi Don island ini sangatlah indah memang, deburan ombak di kaki kita seolah – olah mengajak kita untuk memandang pantai biru dengan air yang jernih menjulang dibawah langit cerah berawan yang bersambutan dengan hamparan pasir putih yang sangat lembut. Tebing besar yang terdapat disekelilingnya menjadi daya tarik yang membuat kita tidak mampu mengedipkan mata sekalipun. Di pulau inilah juga, kami melakukan aktifitas snorkeling dari kedalaman 4 meter, namun entah mengapa, tidak satupun ikan terlihat disini.

Pemberhentian berikutnya adalah Maya Bay, tebing – tebing yang bertahta di atas birunya pantai ini menjadi daya tarik utamanya. Dan sedikit mengutip penjelasan pemanduku, dulunya tebing – tebing ini merupakan tempat tinggal suku Viking ketika menyambangi Thailand beberapa ratus tahun yang silam. Masih tampak memang kerangka –




Selepas dari Maya Bay, kami melipir ke Monkey Beach. Ya, sesuai namanya, di pinggir pantai ini terdapat banyak sekali monyet – monyet berbagai ukuran yang lincah dan sepertinya sudah terbiasa berinteraksi dengan manusia pendatang. Contohnya saja, ketika kami menyodorkan roti, pisang atau bahkan jeruk, monyet – monyet lucu ini tidak segan – segan untuk datang menghampiri. Di Monkey Beach ini, cuaca sudah mulai berubah menjadi terik, dan panasnya memang cukup menyengat.

Tak terasa, waktu pun sudah menunjukan jam 12 lebih, sudah waktunya makan siang ternyata. Kami pun dibawa menuju tempat pemberhentian berikutnya, yaitu PhiPhi Lai Island. Disini restoran yang bertutupkan seng dan sangat sederhana menyuguhkan jamuan buffet yang mengenyangkan. Seusai makan, kami pun berfoto – foto di sekitar pulau, dan matahari pun semakin menyengat rasanya.


Seusai makan siang , kami diajak menuju Khai Island yang merupakan persinggahan terakhir di rentetan tour ini dengan aktifitas snorkeling. Khai Island ini paling digemari oleh turis2 baca: bule. Karena cahaya matahari paling menyegat, cocok sekali buat sun burn. Dan kami sebagai makhluk pecinta kulit putih kami memilih untuk snorkel aja.. :P Dan sangat menyenangkan, snorkeling kali ini, kami dikerumunin ikan – ikan bermacam warna yang berenang di sekeliling karang, indahnya bukan main. Selang 1.5 jam kami snorkeling, ternyata sudah waktunya kembali ke daratan. Capek memang sih, tapi keindahan alam yang disuguhkan mampu menebus rasa capek itu.



Setibanya di hostel, kami mandi dan bersiap – siap untuk acara berikutnya, yaitu meregangkan otot dengan sensasi Traditional Massage khas Thailand. Pijatan awal memang terasa biasa – biasa saja, tapi lama kelamaan, rasanya sangat geli, terus terang saja , seumur hidup, bisa dihitung dengan jari kapan saya merasakan dipijat.

Pola – pola ekstrim pun bermunculan, seperti tangan saya ditarik kebelakang sementara punggung saya yang semula dalam posisi terlungkup ditahan oleh kaki sang pemijat, benar – benar aneh, tp memang cukup melegakan saya rasa di bagian punggung. Gerakan favorit saya adalah ketika saya duduk bersila, kedua tangan saya diletakan di belakang kepala, lalu sang pemijat memutar bahu saya kekiri dan kenanan secara 180 derajat kurang lebih seperti gambar di sebelah kiri ini. Tulang saya pun mengeluarkan bunyi – bunyi yang saya pikir menandakan patah, tapi ternyata justru menjadikan saya tubuh saya relaks sekali, walaupun terasa sedikit lemas. Dari sekian banyak suguhan Thai Massage, kami akhirnya memilih Mali Massage, karena tempatnya yang bersih dan nyaman dan tentu saja harganya relatif lebih murah dibanding sekitarnya, yaitu 250 Baht / jam saja. Selepas massage, perut terasa lapar dan malam pun berakhir dengan makan malam di Mc Donalds Patong.

Note and Tips
1. Jangan takut basah saat PhiPhi tour, karena itu lah serunya.. hehehe.. air nah jernih banget, padahal selalu rame sepanjang tahun.. yaaay..
2. Thai Massage sendiri juga banyak disepanjang phuket, pinter2 lah milih, salah2 malah dapat massage plus plus.. hehehe.. :p


written by : bby n bunn

Tuesday, January 17, 2012

Day 5 - Masyarakat Nomaden Modern

Tidurku yang lelap, terpecah oleh sayup – sayup bunyi alarm, ternyata sudah jam 4 pagi. Alarm sepagi ini tentu saja ada sebabnya, kami hari ini tergolong salah dua dari masyarakat nomaden modern, yang di jaman modern ini hidupnya masih harus berpindah – pindah. Dan hari ini kami akan beralih dari Bangkok menuju Phuket, salah satu pulau di belahan Thailand yang sangat terkenal dengan keindahan pantai dan pemandangan alamnya. Menurut petugas hostel, untuk mengejar pesawat jam 07:35, kami sudah harus berangkat jam 5. Cukup berat rasanya harus meninggalkan keramahan yang kami dapat selama kami tinggal disini, ditambah lagi kami belum cukup tahu seperti apa situasi di hostel kami nanti di Phuket. Sama seperti sebelumnya, kami tiba di airport 2 jam sebelum penerbangan, sehingga kami masih sempat berfoto – foto di sekitar airport dan tentu saja mengisi perut. Satu hal yang aku suka dari dunia penerbangan internasional, penerbangannya memang sesuai jadwal, tanpa berita delay.

Di Phuket , transportasi bisalah dibilang sedikit terbatas, sehingga taksi pun menjadi pilihan yang paling pas, walaupun kita harus sedikit berhati – hati dengan harganya. Kalau mengambil taksi yang resmi, harganya 450 Baht untuk sampai ke hostel kami di bilangan Patong beach. Kalau taksi yang tidak resmi, harga dimulai dari 650 Baht.

Setelah menempuh perjalanan hampir 40 menit bersama supir taksi yang pendiam dan suka ngebut. Lumayan jauh juga ternyata. Phuket sendiri walau merupakan pulau yang dikelilingi oleh pantai *ya iya lah yaah, tapi disini justru yang banyak terlihat adalah gunung. Bahkan sampai dikota dekat pantainya pun masih gunung juga yang terlihat. Sampailah kami di Bodega Phuket hostel, hostel yang pernah mendapatkan gelar #1 Best Hostel di Phuket. Harapanku ketika memilih hostel ini adalah untuk merasakan kenyamanan yang sama dengan di hostel kami di Bangkok kemarin. Dan, tentu saja, sambutan ramah dari petugas Bogeda hostel ini pun muncul dan menjadi pembuka chemistry kami dengan hostel ini. Kamarnya pun nyaman, apalagi kamar mandinya dilengkapi dengan bath tub, angan – angan berendam air panas pun muncul, karena badan sudah cukup merasakan lelah.

Babak awal di Phuket diawali dengan Patong beach, setelah mencoba mencari pantai, dari bantuan googgle maps, dan akhirnya bertanya pada pegawai hard rock, heheh.. gak jauh lagi katanya.. :D , ternyata Paton Beach pantai yang berpredikat pantai terpadat di Phuket. Tapi ketika kami datang, ternyata pantai ini sangat kosong, tentu saja, para turis asing mungkin masih tertidur lelap dikarenakan berpesta pora hingga pagi menyambut pergantian tahun. Dan kami memandang hal ini sebagai sesuatu yang sangatlah menyenangkan, kapan lagi menguasai pinggir pantai Patong kalau bukan hari ini, hehehe. Disini disediakan Jet Ski dan Parasailing, kisaran harga sekitar 1500baht.. :( mahaaaaaaaal.

Di seberang Patong Beach, terdapat banyak sekali pedagang kaki lima, yang menyuguhkan barang – barang yang beragam, seperti kaos, celana dan aksesori lainnya. Janganlah takut untuk menawar, karena ternyata, harga akhirnya lebih murah dari harga yang pernah kami dapat selama di Bangkok.

Disepanjang perjalanan dari hostel ke pantai itu sendiri, banyak sekali stand-stand kecil. Mereka adalah travel agent skala mini. Heheh.. dan mereka ini menyediakan banyak sekali tur + atraksi. Bukan menyediakan tepatnya tapi membantu turis untuk mendapat tur + atraksi dari link resminya. Harganya tentu beragam. Musti pinter nawar, tidak perlu takut gak dapat harga bagus, karena stand2 begini banyak banget. Baru lewat beberapa menit, bakal nemu lagi stand yang lain. Teknikalnya kita booking, dijemput oleh minibus dari hostel ke tempat yang dituju, pembayaran terkadang langsung ke agent ini ataupun dibayar langsung pada acara yang diikuti. Jadi mereka akan antar jemput kita dari acara hingga ke hostel. Dan tentunya saja penumpangnya ada dari hotel yang lain. Kesempatan juga berkenalan dengan turis yang lain. Tapi yaah.. dari sekian trip yang kami lalui, turis indonesia lah yang paling sombong.. huhuhu.. gaya euy.. *tpi bukan kmi lo yaah..

Kejutan lain datang lagi, keberuntungan membawa kami bertemu dengan seorang travel agent cerewet yang bernama Ms.Cesar. Dan tidak disangka, dia sangatlah berperan penting bagi kami selama perjalanan kami di Phuket. Bagaimana tidak, beragam aktifitas yang kami lakukan di pulau ini diatur bersih olehnya, kami hanya terima beres hingga ke urusan transportasinya, dan tentu saja, harga yang dia berikan tergolong sangatlah miring.

Malam pertama di Phuket, kami habiskan dengan menonton Phuket Fantasea Show, sebuah cultural show yang sangat spektakuler. Spektakuler disini, muncul karena perpaduan antara kecanggihan teknologi yang digunakan, bintang panggung yang terlatih dan pemilihan alur cerita tradisional yang ditampilkan memang benar – benar patut diacungkan jempol dan atraktif. Hal ini menjadikan drama musikal berdurasi 1.5 jam ini berlalu begitu cepat. Suasana di panggung tampak seperti gambar di sebelah kanan ini, spektakuler bukan?. Dari pintu masuk ke FantaSea show ini sendiri emang didesain megah. Awalnya dikira hanya sebuah ruangan lalu menampilkan atraksi, namun ternyata tidak, dibuat semacam thema park gitu. Walaupun kebanyakan isinya toko souvenir.. heheh





Seusai menonton, kami dimanjakan dengan hidangan berlimpah ruah yang nikmat dan lagi ternyata restoran ini adalah yang terbesar di Asia yang mampu menampung 4000 seated guests atau 10000 standing guests. Favoritku (baca: bby_ adalah Chicken Drum Stick. Paha ayam yang digoreng dengan campuran herbal ini, sangat menggelitik di lidah. Semua kemewahan yang kami rasakan malam ini, berbandrol 1500 Baht, yakni lebih murah 400 Baht dari harga normal, padahal sudah termasuk harga tiket masuk show, makan malam dan transportasi pulang pergi. Terima kasih Ms.Cesar. ^^


Note and Tips
1. Dikarenakan banyak agent2 yang bertebaran disepanjang Phuket, ada baiknya pembelian tiket pada mereka, include transport malah. Daripada musti beli online dari situs resmi :D
2. PhuketFantaSea main tiap malam nya sebanyak 2 kali, datanglah lebih awal, agar bisa poto2 dulu diarea FantaSea ini. Seru dan bagus2.. :D


written by: bby n bunn

Monday, January 16, 2012

Day 4 - Melipir Ke Masa Lalu

Tak terasa, ini adalah hari terakhir kami di Bangkok, seperti yang pernah Trinity tulis di facebook a bunn *kebalik kaleeee, Time flies really fast when you have a really good vacation. Yupz, itulah juga hal yang kami alami rupanya. Serasa baru sampai di Bangkok kemarin, tapi ternyata hari ini adalah hari terakhir kami di Bangkok.

Pagi ini, tujuan kami adalah Ancient Siam, sebuah tempat yang berisi rangkuman miniatur seluruh kehidupan kuno masyarakat Thailand. Terus terang saja, ini merupakan spot paling jauh yang pernah kami tempuh, ditambah lagi, dari station BTS terakhir, kami masih harus menyambung dengan taksi. Berdasarkan pengalaman kami, biaya taksinya berkisar 120 Baht s/d 130 Baht.

Tadaaa, singkat cerita, tibalah kami di Ancient Siam, tempat ini cukup unik. Hanya dengan membayar 400 Baht, kami mendapatkan fasilitas masuk dengan trem dan sepeda, dan asyiknya untuk turis gratis menyewa sepeda, sedangkan untuk lokal musti nambah 50baht. Berhubung pagi masih segar, kami memutuskan untuk bersepeda. Berhubung aku (baca: bunn) gak bisa naik sepeda.. huhuh.. jadi kepaksa juga naik, karena rutenya sangat lah luas, tidak memungkinkan untuk berjalan kaki. Dimana ada kemauan disitu ada jalan, walau awal gowes gak jelas2 gitu, sering berhenti, tapi akhirnya bisa juga naik.. ihihihi.. *senang, akhirnya bisa naik sepeda..
Setengah hari berikutnya, kami menikmati seluruh isi Ancient Siam dengan trem yang dilengkapi dengan pemandu gratis. Masalahnya adalah, pemandunya ini 100% berbahasa Thailand ketika menjelaskan, tak alang kami pun hanya manggut – manggut dengan wajah sok iyes ketika dia menjelaskan. Tapi walaupun begitu, dengan menyusuri dan memandang pelosok Ancient Siam, kita serasa melipir ke masa lalu. Kita akan dihadapkan kepada bangunan – bangunan dan situasi yang benar – benar mencerminkan kehidupan masyarakat Thailand pada masa yang lalu.

Mungkin karena Ancient Siam ini letak nya jauh dari kota Bangkok, lebih kurang 1jam lebih ditempuh dengan BTS + Taxi, maka sangat jarang ditemuin turis-turis. Kebanyakan juga orang lokal. Itu kenapa juga pemandunya berbahasa Thai.. huhu..
Sesi berikutnya di hari ini adalah belanja di Chathuchak weekend market. Ya, sesuai namanya, pasar tradisional ini hanya ada di hari Sabtu dan Minggu. Yaah, harga yang ditawarkan memang sangatlah terjangkau kocek, dan itupun tentu saja masih bisa ditawar. Beranjak dari Ancient Siam menuju kesini, benar – benar mengarungi rute BTS dari ujung ke ujung, dari ujung selatan ke ujung utara. Setibanya di Chatuchak market, suasana padat pengunjung langsung menggema. Sempat kaget, karena kami secara tidak sengaja melewati kantor pengelola pasar kaget ini.

Awalnya kami berfikir kalau pasar kaget ini secara tiba – tiba saja tergelar jelang akhir pekan tanpa ada pengelola dan koordinatornya. Berarti, ini memang sesuatu yang disengaja, untuk menarik minat masyarakat berbelanja pada akhir pekan, karena pada saat hari kerja, mungkin sebagian besar dari masyarakat sendiri akan sibuk bekerja.
Chathuchak Weekend Market sangat luas, kami sendiri saja musti lama nyari jalan keluar. Padat merayap. Fuiiiihhh. Secara keseluruhan sih chathucak menjual berbagai macam produk, tidak hanya souvenir, tapi juga kebutuhan umum lainnya, dari baju, topi, accesories elektronik, alat2 dapur, hiasan rumah, pokoknya banyak bangeet deeeh..

Hey, malam ini ternyata malam tahun baru, tapi berhubung aktifitas seharian yang menguras energi, akhirnya kami memutuskan untuk tetap di hostel, packing – packing, back up foto dan tentu saja memanjakan diri lagi dengan masker dan lulur. Pemanjaan diri ini adalah hal yang membedakan liburan kali ini dengan yang sebelumnya, dan terus terang, hal ini memang membantu menyegarkan. Anyway, Happy New Year 2012 !!! Wish Us all the best ,,,

Note and Tips.
1. Untuk menuju Ancient Siam, memang disarankan naik BTS ke station terakhir lalu dilanjutkan dengan taxi. Karena letaknya paling selatan ujung dari Bangkok.
2. Chatuchak Market buka yang hanya Weekend ini selalu padat baik yang jual maupun yang beli, jika ingin membeli banyak bisa dimulai dari pagi, badan masih segar, pengunjung juga tidak terlalu ramai, yang pasti juga bawa laah banyak baht.. :P


written by: bby n bunn

Friday, January 13, 2012

Day 3 - Chao Phraya River In A Day

Hari berganti lagi, kini sudah hari ketiga kami berada di Bangkok. Aktivitas pagi hari pun sudah kami lalui, mandi, sarapan, dan tujuan kami di hari ini adalah mengeksplorasi Chao Phraya River. Di sekeliling river ini terdapat banyak sekali kuil – kuil lama yang bersejarah, namun mengingat waktu yang terbatas, hanya tiga yang paling terkenal yang akan kami datangi. Setelah turun dari BTS Saphan Taksin, tidak jauh dari itu akan ditemui loket penjual tiket ferry. One Day tur, bebas ke pier manapun dihargai 300baht, tpi jika tidak 70baht per trip, dimana single trip ini bisa dibayar on boat.. heuheu..

Ekspetasiku (baca: abunn) terhadap River tur nya sebenarnya cukup tinggi, tapi ternyata sungai nya sendiri berwarna coklat.. huhuhu.. tpi temple2 disekitarnya emang keren, sayang untuk dilewatkan.. :D

Pertama kami singgah di Wat Arun, turun di Tha Thien Pier, lalu nyebrang lagi dengan boat yang hanya 3baht per trip. Karena Wat Arun berada di sisi sebelah kiri sungai. Menurut pendapat pribadiku (baca: abby :P), Wat Arun dari kejauhan tampak mirip sekali dengan Wat Anchor yang berada di Kamboja, mungkin dikarenakan warnanya sama – sama abu – abu gelap, tentu saja ini pendapat yang tidak berdasar, hehehe.

Mengorek wikipedia, Nama lengkap Wat Arun ini sebenarnya adalah Wat Arunratchawararam Ratchaworamahawihan, diambil dari nama Aruna seorang dewa Fajar dari India. Wat Arun disebut juga Temple of the Dawn, dinamakan demikian karena ketika fajar datang, permukaan kuil akan bersinar seperti mutiara. Biaya masuk Wat Arun adalah 50 Baht / kepala, cukup mengenyangkan, karena dengan biaya murah tersebut, kita akan disuguhkan ratusan anak tangga yang berbentuk cukup terjal untuk didaki, selamat mencoba, hehehe. Kami cukup berhenti di lantai 3, karena sudah cukup memuaskan menikmati pemandangan sekitar dari lantai 3 tersebut.


Kedua kami singgah di Wat Pho atau disebut juga dengan Temple of The Reclining Buddha, nah Wat Pho ini tepat disebrang Wat Arun, balik naik boat lagi dengan harga 3baht, masih di Tha Thien Pier. Di kuil ini tidak lah banyak waktu yang kami habiskan, karena kuil ini juga ternyata sangat kecil. Walaupun begitu, amatlah mengagumkan melihat patung Budha berwarna emas sepanjang 143 kaki tersebut. Ternyata, di kuil inilah Thai Traditional Massage dilahirkan, kuil ini merupakan tempat pengajaran pijatan termashyur tersebut disertai dengan ilmu pengobatan khas Thailand lainnya.


Dan hal lain yang menariknya lagi adalah ritual pengisian coin ke dalam beberapa puluh mangkuk perunggu. Menurut kepercayaan tradisi masyarakat sekitar, ritual ini akan memberikan keberuntungan bagi yang menjalankan. Naah, untuk menemui sang Buddha emas yang sedang rileks ini, kita akan dikenakan biaya sebesar 50 Baht / kepala. Merasa cukup rugi sih, karena isinya ya memang tidak banyak yang bisa dinikmati. *kami kok jadi perhitungan banget yaak :P


Persinggahan terakhir adalah Grand Palace, yang berada di Maharaj Pier, bisa nunggu ferry yang lewat cuman beda 1 pier, ataupun jalan kaki dari Wat Pho.. *walau agak gempor.. :P, dikarenakan arsitektural megah yang terdapat disini, jadilah Grand Palace sebagai tempat yang paling padat pengunjungnya, sehingga terus terang saja sangat tidak leluasa untuk mengambil gambar *tidak leluasa karena padat akan turis  . Didirikan pada tahun 1782 dan selama 150 tahun menjadi rumah dari raja Thailand, pengadilan tinggi dan administrasi kepemerintahan. Biaya masuk pun relatif lebih mahal jika dibandingkan dengan tempat – tempat sebelumnya, yaitu 400 Baht / kepala.


Tak terasa haripun sudah hampir habis, kami memutuskan untuk menghabiskan malam ini di kamar. Mempersiapkan diri untuk hari esok lagi dengan melakukan treatment untuk menyegarkan tubuh seperti luluran dan maskeran, hehe, liburan kali ini cukup mewah sepertinya.

Note and Tips.
1. Banyak yang menyediakan boat service, cuman yang paling rame + besar adalah Chao Phraya Express Boat. Cukup nunggu di pier mana pun untuk lanjut ke pier yang lain, tapi yah jangan salah naik kapal yaaah.. :D oh yaah.. jam operasi dari jam 9 hingga jam 4 sore..
2. Berhubung disediakan One Day Pass seharga 300baht, perlu direncanakan trip yang akan dilalui nantinya, agar One Day Pass dapat dipergunakan secara maksimal, jika tidak disarankan menggunakan single trip sajah.. :D
3. Berhubung ini temple tur *berhubung mlulu daritadi... ahaha.. maka diharapkan berpakaian sopan, berlengan dan bercelana/rok panjang. Agar gak ribet nantinya saat masuk, bakalan disuruh pake sarung ataupun selendang...


written by: bby n bunn

Thursday, January 12, 2012

Day 2 - Siam Yang Panjang

Alarm sudah berbunyi, itu tandanya sudah jam 7 pagi. Kami bergegas bangun, mandi dan sarapan. Take a nap ini, walaupun bertipe hostel, namun fasilitas yang diberikan sangatlah memuaskan. Salah satu contohnya adalah sarapan pagi, biasanya hostel tidak akan menyediakan sarapan pagi. Sarapan yang disediakan ada nasi/mie, sosis, telur setengah matang (yummmyy...), roti panggang, sereal, sirup, buah, kalo beruntung ada yogurt. Hehehe.. termasuk mewah untuk kalangan backpackers. *tips, jangan ragu untuk ambil lebih masuk ke tas, :p mayan asupan gizi sepanjang jalan nanti.. ahahaah. Selesai sarapan, sekarang waktunya mengeksplorasi kota Bangkok lagi.

Tujuan pertama di hari kedua ini adalah kuil Wat Hua Lumphong, yang ternyata berlokasi sangat dekat dengan hostel kami menginap. Cukup berjalan ke arah kiri, tak selang 10 menit berjalan, sampailah di lokasi, gratis biaya masuk lagi. Pada tahun 1996 kuil ini direnovasi untuk merayakan 50 tahun kenaikan tahta Raja Bhumibol Adulyadej. Namun begitu, kuil ini terbilang cukup sederhana desainnya. Bagiku pribadi, yang mengagumkan adalah lukisan yang terdapat di seluruh langit – langit kuil ini yang pastinya menyimpan suatu cerita, sayangnya, tidak disuguhkan dalam bentuk selebaran untuk para pengunjung yang datang untuk dimengerti. Sehingga pengunjung yang datang tidak hanya berfoto – foto, tetapi juga memahami sejarah dari kuil itu sendiri.



Persinggahan kedua di hari ini adalah Madame Tussauds Bangkok yang terletak di SIAM Discovery. Sedikit mengulas, Madame Tussauds adalah museum lilin terkenal yang berpusat di London, Inggris, dengan cabang-cabang di beberapa kota besar di dunia. Museum ini pertama kali didirikan oleh pematung lilin Marie Tussaud. Marie Tussaud (lahir 1761, wafat 1850), lahir sebagai Marie Grosholtz di Strasbourg, Perancis. Ibunya bekerja sebagai pembantu rumah tangga untuk Dr. Phillippe Curtius, seorang dokter yang mahir dalam pembuatan patung lilin. Curtius mendidik Tussaud dalam seni patung lilin.

Disini kita menemukan patung lilin dari tokoh – tokoh dunia dari berbagai zaman dan berbagai profesi seperti Mahatma Ghandi, Albert Einstein, Tiger Woods hingga Britney Spears. Yaa, kami pun ikutan bergaya di panggung bersama Santana dan Beyonce. Kapan lagi coba merasakan sepanggung dengan mereka berdua , hehehe.




Setelah puas dengan Madame Tussauds ini, kami melipir ke Siam Ocean World yang terletak di bawah tanah Siam Paragon yang merupakan pusat perbelanjaan terbesar di Asia. Yang membuat kami cukup tercengang adalah Siam Ocean World ini sendiri menyandang gelar The Largest Aquarium in South east asia. Walaupun setelah kami masuk, yaaah, kami rasa sih biasa – biasa aja. Di Siam Ocean World ini menyediakan sinema 5D, yang kami sendiri belum pernah mendengar sebelumnya, sehingga setelah menonton, kami sepakat kalau kami tidak bisa merasakan perbedaan visual antara sinema 5D dengan 4D, maafkan kami yah ikan – ikan lucu, uhuhu.





Dari Siam Ocean World pun kami berjalan di sepanjang ruas Siam, lalu singgah di Canon Photo Exhibition yang kebetulan lagi ada. Disana sedang ada pameran foto – foto bertemakan banjir yang melanda Thailand beberapa waktu yang lalu. Decak kagum pun terpancar dari wajah para pengunjung pameran tersebut. Memang foto – foto yang dipamerkan patut diacungkan jempol. Selain melihat – lihat, kami pun menyempatkan diri untuk berfoto – foto di sekitar lokasi pameran tersebut.


Perjalanan berlanjut lagi menuju MBK mall, dengan tujuan memburu souvenir – souvenir khas Thailand sebagai oleh – oleh. Karena sepanjang perjalanan, kami agak sulit menemukan penjual – penjual souvenir, dan beberapa narasumber memberikan informasi bahwa di MBK mall banyak penjual – penjual souvenir tersebut. Dan hari itu kami pun pulang dengan mengantongi beberapa souvenir.

Bisa dikatakan, daerah Siam ini sangatlah strategis, bagaimana tidak, dalam ruas jalan yang sama, terdapat banyak pusat perbelanjaan yang juga merupakan host dari tempat – tempat wisata.

Seusai berbelanja souvenir, kami makan malam dan pulang menuju hostel karena kami akan menonton Thai Girl Show. Terletak di sebuah kawasan yang sedikit terselubung di daerah PatPhong, tidak jauh juga dari hostel, naik taxi sekitar 50baht. Pertunjukan seperti ini sepertinya akan banyak dipub2 yang lain. Jika bukan karena orang lokal yang membawa kami, untuk orang asing akan sulit sekali mencari tempatnya. Dari luar, sedikitpun tidak akan terlihat ada apa didalamnya. Saat kami sampai ditempat tujuan, Mr Phrateep ngenalin kami kepada seorang lelaki, lalu dia memberi kami vocer, vocer untuk minuman yang nanti bisa ditukar didalam. Lalu kami pun disuruh mengikuti dia ke dalam. Dibukanya pintu, lampu remang2 pun menyelimuti ruangan yang terbilang tidak lah luas. Ditengah ruang ada panggung kecil dengan tiang yang ada disetiap sudutnya. Penonton sendiri mengelilingi panggung tersebut. Setelah kami mendapat tempat duduk yang menurut kami nyaman, kami pun mulai menyaksikan pertunjakan yang membuat kami penasaran itu.

Pertunjukan ini berisikan gadis - gadis Thailand yang menampilkan kelihaian alat Vitalnya. Masing – masing alat vital gadis – gadis tersebut memiliki kemampuan atraksi yang berbeda. Mulai dari membuka tutup botol bir, mengeluarkan rangkaian silet, mengeluarkan jarum untuk meledakan balon, ada juga yang bisa merokok *tutup mata. Bahkan ada yang memindahkan minuman dari botol satu ke botol lain. Gak bisa dibayangin bagaimana mereka bisa melakukannya itu semua. Mereka seperti ahli sulap, tapi kuyakin itu bukan sulap belaka, itu benar2 dilakukan dengan alat vital mereka.. *miris... gadis-gadis thai ini bener2 gadis, maksudnya bukan gadis jadi2an.. hehehe.. Kalau bermaksud nonton pertunjukan atau atraksi ini bisa bikin gairah naik, percaya laah.. tidak sama sekali. Yang ada makin miris dan geli sendiri. Mereka sendiri tidak cantik, bahkan sudah berumur.. oh my god *makin mirissss. Di akhir atraksi, ditutup dengan adegan kamasutra yang dilakoni dengan seorang pria. Tidak tanggung – tanggung, adegan kamasutra ini dilakukan sampai keduanya mencapai klimaks. Masih ingat mimik muka abby yang bertanya “kok ada adengan gini bunn?” “Ho iyaah.. kan emang ada, dibuku kan ada tulis.. “ “Hoh, ada yaaah” ohohoh... :p

Karena pertunjukan ini tergolong vulgar, penonton sama sekali tidak diperbolehkan menggunakan Hand Phone dengan alasan apapun, walaupun demikian, para penonton tampak begitu antusias selama pertunjukan ini berlangsung.

Selesai pertunjukan ini, kami pun pulang menuju hostel, karena hari kedua ini terasa cukup padat.

Oh yah, selain hari yang padat, hal menarik lainnya adalah Mr.Phrateep adalah event organizer pertunjukan berbayar hari ini, mulai dari Madame Tussauds, Siam Ocean world hingga Thai Girl Show. Ya, tentu saja dengan harga yang relatif lebih murah dari harga normal. Untuk paket Madame Tussauds dan Siam Ocean World dibandrol seharga 1100 Baht / kepala, harga normalnya adalah 1350 Baht / kepala. Sedangkan untuk Thai Girl Show, 500 Baht / kepala sudah termasuk minum dan transportasi. Terima kasih Mr.Phrateep.

Note and tips.
1. Madame Tussauds + Ocean World ada promo hingga Feb 2012 dengan harga 1350baht, jadi jika dilain waktu sehabis promo ingin mencoba yah cuman nyaranin nyicip Madame Tussauds ajaah.. hahaha.. jujur.. Seaworld Ancol jauh lebih gigit ketimbang Ocean World. :p
2. Pertunjukan Thai Girl show bisa dibilang pertunjukan tertutup, jika ingin melihatnya disarankan ada orang lokalnya, jika tidak yah berhati-hati laaah.. walau didalam aman2 ajah sihh.. tpi tetap perlu waspada.. :D
3. Beberapa tempat wisata dibagi atas 2 harga. Harga lokal dan harga turis. Tentunya harga turis jauh lebih mahal, dari 2 hingga 4 kali lipat lebih mahal. Hufff.. Jadi ada baiknya gaet orang lokal untuk beliin tiket :p


written by: bby n bunn