Perubahan Itu (3 habis - lanjutan)
Nerima surat resign dari teman kerja. Sedih! Ada lagi yang akan keluar dari sini. Jenuh dan capek katanya. Kalo dibilang begitu emang semuanya akan jawab sama dengannya. Jenuh dan capek. Jadi ada keinginan juga mau keluar dari sana. Cuman ada satu hal yang membuatku nggak bisa. Bukan nggak bisa tapi belum bisa. Jadi nggak semangat kerjanya. Huhhh...
Hari kemaren dia pulang. Pulang ke kampung halamannya. Namun katanya, bukan ke kampung tapi pulang ke ibukota negara. Lebih bergengsi. Jadi kangen. Pulang nggak ngasih kabar, malam itu ia menelfonku, dengan mata masih terpejam, hah... uda disana ternyata.
Aku punya teman baru sekarang. Kacamata. Nggak ada rencana untuk memakainya, cuman waktu itu dites, hah mataku minus? ya sekalian aja milih yang cocok. Belum bisa dibilang terbiasa, malahan aneh .... Penglihatanku jadi terbatas. Walau lebih jernih namun pandanganku hanya sebatas frame kaca mata.
Hari kemaren dia pulang. Pulang ke kampung halamannya. Namun katanya, bukan ke kampung tapi pulang ke ibukota negara. Lebih bergengsi. Jadi kangen. Pulang nggak ngasih kabar, malam itu ia menelfonku, dengan mata masih terpejam, hah... uda disana ternyata.
Aku punya teman baru sekarang. Kacamata. Nggak ada rencana untuk memakainya, cuman waktu itu dites, hah mataku minus? ya sekalian aja milih yang cocok. Belum bisa dibilang terbiasa, malahan aneh .... Penglihatanku jadi terbatas. Walau lebih jernih namun pandanganku hanya sebatas frame kaca mata.


