Did I Disleksia?
Kupikir, aku memang lemah dalam bahasa. Bahasa apa saja, Indonesia , inggris bahkan Chinese.
Gmana tidak? Terkadang aku harus baca 2-3 kali tulisanku, baik nulis diblog, email, laporan apapun lah itu yang pasti dalam bentuk tulisan yang panjang, untuk memastikan kalau tulisan itu sudah benar, tidak ada yang salah. Kenapa sampai segitunya ya? Mungkin aku ceroboh.
Suatu saat, aku nonton film tentang seorang cewe yang kesulitan untuk membaca dan menulis, lalu aku menyadari ternyata ada suatu penyakit, yang memang ada orang kesulitan membaca dan menulis, namun ia bukan bodoh. Aku mulai cari tau penyakit apa itu. Dileksi yang kutemukan.
Menurut Wikipedia:
Disleksia (bahasa Inggris: dyslexia) adalah sebuah kondisi ketidakmampuan belajar pada seseorang yang disebabkan oleh kesulitan pada orang tersebut dalam melakukan aktivitas membaca dan menulis.
Perkataan disleksia berasal dari bahasa Yunani δυς- dys- ("kesulitan untuk") dan λέξις lexis ("huruf" atau "leksikal").
Pada umumnya keterbatasan ini hanya ditujukan pada kesulitan seseorang dalam membaca dan menulis, akan tetapi tidak terbatas dalam perkembangan kemampuan standar yang lain seperti kecerdasan, kemampuan menganalisa dan juga daya sensorik pada indera perasa.
Terminologi disleksia juga digunakan untuk merujuk kepada kehilangan kemampuan membaca pada seseorang dikarenakan akibat kerusakan pada otak. Disleksia pada tipe ini sering disebut sebagai "Alexia". Selain mempengaruhi kemampuan membaca dan menulis, disleksia juga ditenggarai juga mempengaruhi kemampuan berbicara pada beberapa pengidapnya.
Disleksia tidak hanya terbatas pada ketidakmampuan seseorang untuk menyusun atau membaca kalimat dalam urutan terbalik tetapi juga dalam berbagai macam urutan, termasuk dari atas ke bawah.
Para peneliti menemukan disfungsi ini disebabkan oleh kondisi dari biokimia otak yang tidak stabil dan juga dalam beberapa hal akibat bawaan keturunan dari orang tua.
Aku terhenyak… apa aku juga seperti itu. Tapi aku tidak separah yang difilm itu. At least aku masih kelihatan normal. Masih bisa menulis panjang lebar walau ada kata-kata yang suka sekali ketinggalan. Dan aku sebel hal itu.
Misal, dibenakku terang aku ingin menulis.. “data itu tidak ditemukan”. Tpi yang ada terulis “data ditemukan”. Gawat banget kan , jelas itu artinya bertolak belakang. Padahal itu sudah melewati koreksi tulisan, tapi tetap saja kelewat. Saat email terkirim, dan aku membacanya lagi. Ohh noo.. ketinggalan kata TIDAK.
Kurasa itu juga terjadi di email2 yang lain. Sering banget malah.. why why why… huhhh…




