Semuanya itu mungkin ,,,
Sequel to “End of Year Trip” note
Liburan kali ini, sudah dipersiapkan semenjak 6 bulan yg lalu. Semua persiapan tentang travel plan dan budgeting sudah sangat matang . Walaupun kami belum mengenal Thailand, tapi sepertinya kami sudah menghapal daerah – daerah menarik di sana. Yang kami berempat masih harus persiapkan adalah persiapan untuk diri sendiri. Yaah, kami semua penganut aliran bahwa packing2 akan lebih menyenangkan menjelang harinya tiba.
Dan hari ini, sudah H-7 menjelang tanggal keberangkatan, dua orang teman kami tiba - tiba membatalkan perjalanan dikarenakan hal yang memang tidak bisa mereka tinggalkan. Aku berfikir, ini nggak mungkin terjadi, pasti hanya gurauan untuk membuat aku panik. Tp yah, ternyata hal ini memang terjadi. Segeralah aku memberitahukan Bun-bun tentang kabar terbaru ini. Dan tadaaaa, reaksi yang muncul dari Bun-bun persis sekali seperti dugaanku. Paniiiiiikkkk ,,,
Pagi ini, langsung lah aku berkirim email dengan Take a Nap hotel, tempat dimana kami menginap di Bangkok nanti. Tanpa basa basi lg, aku langsung meminta untuk menukar kamar kami, dari kapasitas 4 orang menjadi kapasitas 2 orang. Dalam hatiku, nggak mungkin mereka kasih, karena untuk akhir tahun, setiap kamar pasti sudah penuh terbooking. Dan setelah percakapan melalui email yang kami tempuh, ternyata aku berhasil mendapatkan kamar untuk 2 orang. Syukurlaaah, akhirnya aku bisa bernapas cukup lega.
Di kantor, di antara email – email yang belum terbuka, ada satu email yang menarik perhatianku, owh ternyata itu dari Bun-bun, dengan judul ‘Revisi Budget’. Aku berfikir sejenak, ini pasti bugdeting terbaru dengan kondisi dimana hanya aku dan Bun-bun yang pergi. Spontanlah kubuka email itu, dan sangat mengerikan, budget baru yang harus kami keluarkan ternyata lebih mahal 1 juta dibanding budget yang sebelumnya. Dan kembali aku pun paniiiiiiiiiiiiiiikkkk ,,,
Lalu aku tiba – tiba teringat, kalau aku belum cancel 2 ranjang hostel kami di Phuket nanti. Aku berpikir sejenak, rasanya nggak mungkin pihak hostel berbaik hati menerima pembatalan ini, dikarenakan memang harganya yang sudah relatif murah. Tapi ya sudahlah, enggak ada salahnya mencoba, aku telpon saja langsung. Sedikit diluar dugaan, ternyata Mr. Ra dari pihak hostel, dengan sangat mudahnya menerima pembatalan ini, mungkin karena lokasinya yang strategis, maka ia dengan sangat mudah mendapatkan pengganti pelanggan.
Dan setelah melalui sedikit usaha yang kulakukan, pada akhirnya, budget baru yang harus kami keluarkan ternyata hanya berbeda 233 ribu dibanding budget yang sebelumnya. Yaah, aku rasa, masih OK laah untuk kami merogoh kocek lagi jika hanya segitu. Untungnya, teknologi di jaman sekarang jauh lebih memudahkan kita untuk melakukan segala hal. Termasuk mencari akomodasi traveling. Dan tentunya, dengan semangat traveling yang kita miliki, hal ini pun menjadi suatu hal yang ternyata menyenangkan.
Intinya, semuanya itu mungkin. Teman – teman traveling yang sudah fix, mungkin saja batal ditengah jalan atau pada saat – saat terakhir mendekati hari H. Pihak hotel dan hostel yang kami batalkan pemesanannya, mungkin saja dengan mudahnya menerima hal tersebut. Budgeting yang semula membengkak karena beberapa teman membatalkan perjalanan, mungkin saja bisa ditekan semaksimal mungkin sehingga mendekati budget aslinya. Dan mungkin saja, disana nanti, pengeluaran kami malah dibawah standard budget yang sudah kami tetapkan. Hehehe, kalo yang ini, murni ngareppp ,,,
Written by: A bby
Labels: c.h.u.b.b.y, t.r.a.v.e.l, thai



0 Comments:
Post a Comment
<< Home