Thursday, January 12, 2012

Day 2 - Siam Yang Panjang

Alarm sudah berbunyi, itu tandanya sudah jam 7 pagi. Kami bergegas bangun, mandi dan sarapan. Take a nap ini, walaupun bertipe hostel, namun fasilitas yang diberikan sangatlah memuaskan. Salah satu contohnya adalah sarapan pagi, biasanya hostel tidak akan menyediakan sarapan pagi. Sarapan yang disediakan ada nasi/mie, sosis, telur setengah matang (yummmyy...), roti panggang, sereal, sirup, buah, kalo beruntung ada yogurt. Hehehe.. termasuk mewah untuk kalangan backpackers. *tips, jangan ragu untuk ambil lebih masuk ke tas, :p mayan asupan gizi sepanjang jalan nanti.. ahahaah. Selesai sarapan, sekarang waktunya mengeksplorasi kota Bangkok lagi.

Tujuan pertama di hari kedua ini adalah kuil Wat Hua Lumphong, yang ternyata berlokasi sangat dekat dengan hostel kami menginap. Cukup berjalan ke arah kiri, tak selang 10 menit berjalan, sampailah di lokasi, gratis biaya masuk lagi. Pada tahun 1996 kuil ini direnovasi untuk merayakan 50 tahun kenaikan tahta Raja Bhumibol Adulyadej. Namun begitu, kuil ini terbilang cukup sederhana desainnya. Bagiku pribadi, yang mengagumkan adalah lukisan yang terdapat di seluruh langit – langit kuil ini yang pastinya menyimpan suatu cerita, sayangnya, tidak disuguhkan dalam bentuk selebaran untuk para pengunjung yang datang untuk dimengerti. Sehingga pengunjung yang datang tidak hanya berfoto – foto, tetapi juga memahami sejarah dari kuil itu sendiri.



Persinggahan kedua di hari ini adalah Madame Tussauds Bangkok yang terletak di SIAM Discovery. Sedikit mengulas, Madame Tussauds adalah museum lilin terkenal yang berpusat di London, Inggris, dengan cabang-cabang di beberapa kota besar di dunia. Museum ini pertama kali didirikan oleh pematung lilin Marie Tussaud. Marie Tussaud (lahir 1761, wafat 1850), lahir sebagai Marie Grosholtz di Strasbourg, Perancis. Ibunya bekerja sebagai pembantu rumah tangga untuk Dr. Phillippe Curtius, seorang dokter yang mahir dalam pembuatan patung lilin. Curtius mendidik Tussaud dalam seni patung lilin.

Disini kita menemukan patung lilin dari tokoh – tokoh dunia dari berbagai zaman dan berbagai profesi seperti Mahatma Ghandi, Albert Einstein, Tiger Woods hingga Britney Spears. Yaa, kami pun ikutan bergaya di panggung bersama Santana dan Beyonce. Kapan lagi coba merasakan sepanggung dengan mereka berdua , hehehe.




Setelah puas dengan Madame Tussauds ini, kami melipir ke Siam Ocean World yang terletak di bawah tanah Siam Paragon yang merupakan pusat perbelanjaan terbesar di Asia. Yang membuat kami cukup tercengang adalah Siam Ocean World ini sendiri menyandang gelar The Largest Aquarium in South east asia. Walaupun setelah kami masuk, yaaah, kami rasa sih biasa – biasa aja. Di Siam Ocean World ini menyediakan sinema 5D, yang kami sendiri belum pernah mendengar sebelumnya, sehingga setelah menonton, kami sepakat kalau kami tidak bisa merasakan perbedaan visual antara sinema 5D dengan 4D, maafkan kami yah ikan – ikan lucu, uhuhu.





Dari Siam Ocean World pun kami berjalan di sepanjang ruas Siam, lalu singgah di Canon Photo Exhibition yang kebetulan lagi ada. Disana sedang ada pameran foto – foto bertemakan banjir yang melanda Thailand beberapa waktu yang lalu. Decak kagum pun terpancar dari wajah para pengunjung pameran tersebut. Memang foto – foto yang dipamerkan patut diacungkan jempol. Selain melihat – lihat, kami pun menyempatkan diri untuk berfoto – foto di sekitar lokasi pameran tersebut.


Perjalanan berlanjut lagi menuju MBK mall, dengan tujuan memburu souvenir – souvenir khas Thailand sebagai oleh – oleh. Karena sepanjang perjalanan, kami agak sulit menemukan penjual – penjual souvenir, dan beberapa narasumber memberikan informasi bahwa di MBK mall banyak penjual – penjual souvenir tersebut. Dan hari itu kami pun pulang dengan mengantongi beberapa souvenir.

Bisa dikatakan, daerah Siam ini sangatlah strategis, bagaimana tidak, dalam ruas jalan yang sama, terdapat banyak pusat perbelanjaan yang juga merupakan host dari tempat – tempat wisata.

Seusai berbelanja souvenir, kami makan malam dan pulang menuju hostel karena kami akan menonton Thai Girl Show. Terletak di sebuah kawasan yang sedikit terselubung di daerah PatPhong, tidak jauh juga dari hostel, naik taxi sekitar 50baht. Pertunjukan seperti ini sepertinya akan banyak dipub2 yang lain. Jika bukan karena orang lokal yang membawa kami, untuk orang asing akan sulit sekali mencari tempatnya. Dari luar, sedikitpun tidak akan terlihat ada apa didalamnya. Saat kami sampai ditempat tujuan, Mr Phrateep ngenalin kami kepada seorang lelaki, lalu dia memberi kami vocer, vocer untuk minuman yang nanti bisa ditukar didalam. Lalu kami pun disuruh mengikuti dia ke dalam. Dibukanya pintu, lampu remang2 pun menyelimuti ruangan yang terbilang tidak lah luas. Ditengah ruang ada panggung kecil dengan tiang yang ada disetiap sudutnya. Penonton sendiri mengelilingi panggung tersebut. Setelah kami mendapat tempat duduk yang menurut kami nyaman, kami pun mulai menyaksikan pertunjakan yang membuat kami penasaran itu.

Pertunjukan ini berisikan gadis - gadis Thailand yang menampilkan kelihaian alat Vitalnya. Masing – masing alat vital gadis – gadis tersebut memiliki kemampuan atraksi yang berbeda. Mulai dari membuka tutup botol bir, mengeluarkan rangkaian silet, mengeluarkan jarum untuk meledakan balon, ada juga yang bisa merokok *tutup mata. Bahkan ada yang memindahkan minuman dari botol satu ke botol lain. Gak bisa dibayangin bagaimana mereka bisa melakukannya itu semua. Mereka seperti ahli sulap, tapi kuyakin itu bukan sulap belaka, itu benar2 dilakukan dengan alat vital mereka.. *miris... gadis-gadis thai ini bener2 gadis, maksudnya bukan gadis jadi2an.. hehehe.. Kalau bermaksud nonton pertunjukan atau atraksi ini bisa bikin gairah naik, percaya laah.. tidak sama sekali. Yang ada makin miris dan geli sendiri. Mereka sendiri tidak cantik, bahkan sudah berumur.. oh my god *makin mirissss. Di akhir atraksi, ditutup dengan adegan kamasutra yang dilakoni dengan seorang pria. Tidak tanggung – tanggung, adegan kamasutra ini dilakukan sampai keduanya mencapai klimaks. Masih ingat mimik muka abby yang bertanya “kok ada adengan gini bunn?” “Ho iyaah.. kan emang ada, dibuku kan ada tulis.. “ “Hoh, ada yaaah” ohohoh... :p

Karena pertunjukan ini tergolong vulgar, penonton sama sekali tidak diperbolehkan menggunakan Hand Phone dengan alasan apapun, walaupun demikian, para penonton tampak begitu antusias selama pertunjukan ini berlangsung.

Selesai pertunjukan ini, kami pun pulang menuju hostel, karena hari kedua ini terasa cukup padat.

Oh yah, selain hari yang padat, hal menarik lainnya adalah Mr.Phrateep adalah event organizer pertunjukan berbayar hari ini, mulai dari Madame Tussauds, Siam Ocean world hingga Thai Girl Show. Ya, tentu saja dengan harga yang relatif lebih murah dari harga normal. Untuk paket Madame Tussauds dan Siam Ocean World dibandrol seharga 1100 Baht / kepala, harga normalnya adalah 1350 Baht / kepala. Sedangkan untuk Thai Girl Show, 500 Baht / kepala sudah termasuk minum dan transportasi. Terima kasih Mr.Phrateep.

Note and tips.
1. Madame Tussauds + Ocean World ada promo hingga Feb 2012 dengan harga 1350baht, jadi jika dilain waktu sehabis promo ingin mencoba yah cuman nyaranin nyicip Madame Tussauds ajaah.. hahaha.. jujur.. Seaworld Ancol jauh lebih gigit ketimbang Ocean World. :p
2. Pertunjukan Thai Girl show bisa dibilang pertunjukan tertutup, jika ingin melihatnya disarankan ada orang lokalnya, jika tidak yah berhati-hati laaah.. walau didalam aman2 ajah sihh.. tpi tetap perlu waspada.. :D
3. Beberapa tempat wisata dibagi atas 2 harga. Harga lokal dan harga turis. Tentunya harga turis jauh lebih mahal, dari 2 hingga 4 kali lipat lebih mahal. Hufff.. Jadi ada baiknya gaet orang lokal untuk beliin tiket :p


written by: bby n bunn


Labels: , ,

0 Comments:

Post a Comment

<< Home


-->