Day 3 - Chao Phraya River In A Day
Hari berganti lagi, kini sudah hari ketiga kami berada di Bangkok. Aktivitas pagi hari pun sudah kami lalui, mandi, sarapan, dan tujuan kami di hari ini adalah mengeksplorasi Chao Phraya River. Di sekeliling river ini terdapat banyak sekali kuil – kuil lama yang bersejarah, namun mengingat waktu yang terbatas, hanya tiga yang paling terkenal yang akan kami datangi. Setelah turun dari BTS Saphan Taksin, tidak jauh dari itu akan ditemui loket penjual tiket ferry. One Day tur, bebas ke pier manapun dihargai 300baht, tpi jika tidak 70baht per trip, dimana single trip ini bisa dibayar on boat.. heuheu..
Ekspetasiku (baca: abunn) terhadap River tur nya sebenarnya cukup tinggi, tapi ternyata sungai nya sendiri berwarna coklat.. huhuhu.. tpi temple2 disekitarnya emang keren, sayang untuk dilewatkan.. :D
Pertama kami singgah di Wat Arun, turun di Tha Thien Pier, lalu nyebrang lagi dengan boat yang hanya 3baht per trip. Karena Wat Arun berada di sisi sebelah kiri sungai. Menurut pendapat pribadiku (baca: abby :P), Wat Arun dari kejauhan tampak mirip sekali dengan Wat Anchor yang berada di Kamboja, mungkin dikarenakan warnanya sama – sama abu – abu gelap, tentu saja ini pendapat yang tidak berdasar, hehehe.

Mengorek wikipedia, Nama lengkap Wat Arun ini sebenarnya adalah Wat Arunratchawararam Ratchaworamahawihan, diambil dari nama Aruna seorang dewa Fajar dari India. Wat Arun disebut juga Temple of the Dawn, dinamakan demikian karena ketika fajar datang, permukaan kuil akan bersinar seperti mutiara. Biaya masuk Wat Arun adalah 50 Baht / kepala, cukup mengenyangkan, karena dengan biaya murah tersebut, kita akan disuguhkan ratusan anak tangga yang berbentuk cukup terjal untuk didaki, selamat mencoba, hehehe. Kami cukup berhenti di lantai 3, karena sudah cukup memuaskan menikmati pemandangan sekitar dari lantai 3 tersebut.

Kedua kami singgah di Wat Pho atau disebut juga dengan Temple of The Reclining Buddha, nah Wat Pho ini tepat disebrang Wat Arun, balik naik boat lagi dengan harga 3baht, masih di Tha Thien Pier. Di kuil ini tidak lah banyak waktu yang kami habiskan, karena kuil ini juga ternyata sangat kecil. Walaupun begitu, amatlah mengagumkan melihat patung Budha berwarna emas sepanjang 143 kaki tersebut. Ternyata, di kuil inilah Thai Traditional Massage dilahirkan, kuil ini merupakan tempat pengajaran pijatan termashyur tersebut disertai dengan ilmu pengobatan khas Thailand lainnya.

Dan hal lain yang menariknya lagi adalah ritual pengisian coin ke dalam beberapa puluh mangkuk perunggu. Menurut kepercayaan tradisi masyarakat sekitar, ritual ini akan memberikan keberuntungan bagi yang menjalankan. Naah, untuk menemui sang Buddha emas yang sedang rileks ini, kita akan dikenakan biaya sebesar 50 Baht / kepala. Merasa cukup rugi sih, karena isinya ya memang tidak banyak yang bisa dinikmati. *kami kok jadi perhitungan banget yaak :P

Persinggahan terakhir adalah Grand Palace, yang berada di Maharaj Pier, bisa nunggu ferry yang lewat cuman beda 1 pier, ataupun jalan kaki dari Wat Pho.. *walau agak gempor.. :P, dikarenakan arsitektural megah yang terdapat disini, jadilah Grand Palace sebagai tempat yang paling padat pengunjungnya, sehingga terus terang saja sangat tidak leluasa untuk mengambil gambar *tidak leluasa karena padat akan turis . Didirikan pada tahun 1782 dan selama 150 tahun menjadi rumah dari raja Thailand, pengadilan tinggi dan administrasi kepemerintahan. Biaya masuk pun relatif lebih mahal jika dibandingkan dengan tempat – tempat sebelumnya, yaitu 400 Baht / kepala.

Tak terasa haripun sudah hampir habis, kami memutuskan untuk menghabiskan malam ini di kamar. Mempersiapkan diri untuk hari esok lagi dengan melakukan treatment untuk menyegarkan tubuh seperti luluran dan maskeran, hehe, liburan kali ini cukup mewah sepertinya.
Note and Tips.
1. Banyak yang menyediakan boat service, cuman yang paling rame + besar adalah Chao Phraya Express Boat. Cukup nunggu di pier mana pun untuk lanjut ke pier yang lain, tapi yah jangan salah naik kapal yaaah.. :D oh yaah.. jam operasi dari jam 9 hingga jam 4 sore..
2. Berhubung disediakan One Day Pass seharga 300baht, perlu direncanakan trip yang akan dilalui nantinya, agar One Day Pass dapat dipergunakan secara maksimal, jika tidak disarankan menggunakan single trip sajah.. :D
3. Berhubung ini temple tur *berhubung mlulu daritadi... ahaha.. maka diharapkan berpakaian sopan, berlengan dan bercelana/rok panjang. Agar gak ribet nantinya saat masuk, bakalan disuruh pake sarung ataupun selendang...
Ekspetasiku (baca: abunn) terhadap River tur nya sebenarnya cukup tinggi, tapi ternyata sungai nya sendiri berwarna coklat.. huhuhu.. tpi temple2 disekitarnya emang keren, sayang untuk dilewatkan.. :D
Pertama kami singgah di Wat Arun, turun di Tha Thien Pier, lalu nyebrang lagi dengan boat yang hanya 3baht per trip. Karena Wat Arun berada di sisi sebelah kiri sungai. Menurut pendapat pribadiku (baca: abby :P), Wat Arun dari kejauhan tampak mirip sekali dengan Wat Anchor yang berada di Kamboja, mungkin dikarenakan warnanya sama – sama abu – abu gelap, tentu saja ini pendapat yang tidak berdasar, hehehe.

Mengorek wikipedia, Nama lengkap Wat Arun ini sebenarnya adalah Wat Arunratchawararam Ratchaworamahawihan, diambil dari nama Aruna seorang dewa Fajar dari India. Wat Arun disebut juga Temple of the Dawn, dinamakan demikian karena ketika fajar datang, permukaan kuil akan bersinar seperti mutiara. Biaya masuk Wat Arun adalah 50 Baht / kepala, cukup mengenyangkan, karena dengan biaya murah tersebut, kita akan disuguhkan ratusan anak tangga yang berbentuk cukup terjal untuk didaki, selamat mencoba, hehehe. Kami cukup berhenti di lantai 3, karena sudah cukup memuaskan menikmati pemandangan sekitar dari lantai 3 tersebut.
Kedua kami singgah di Wat Pho atau disebut juga dengan Temple of The Reclining Buddha, nah Wat Pho ini tepat disebrang Wat Arun, balik naik boat lagi dengan harga 3baht, masih di Tha Thien Pier. Di kuil ini tidak lah banyak waktu yang kami habiskan, karena kuil ini juga ternyata sangat kecil. Walaupun begitu, amatlah mengagumkan melihat patung Budha berwarna emas sepanjang 143 kaki tersebut. Ternyata, di kuil inilah Thai Traditional Massage dilahirkan, kuil ini merupakan tempat pengajaran pijatan termashyur tersebut disertai dengan ilmu pengobatan khas Thailand lainnya.
Dan hal lain yang menariknya lagi adalah ritual pengisian coin ke dalam beberapa puluh mangkuk perunggu. Menurut kepercayaan tradisi masyarakat sekitar, ritual ini akan memberikan keberuntungan bagi yang menjalankan. Naah, untuk menemui sang Buddha emas yang sedang rileks ini, kita akan dikenakan biaya sebesar 50 Baht / kepala. Merasa cukup rugi sih, karena isinya ya memang tidak banyak yang bisa dinikmati. *kami kok jadi perhitungan banget yaak :P
Persinggahan terakhir adalah Grand Palace, yang berada di Maharaj Pier, bisa nunggu ferry yang lewat cuman beda 1 pier, ataupun jalan kaki dari Wat Pho.. *walau agak gempor.. :P, dikarenakan arsitektural megah yang terdapat disini, jadilah Grand Palace sebagai tempat yang paling padat pengunjungnya, sehingga terus terang saja sangat tidak leluasa untuk mengambil gambar *tidak leluasa karena padat akan turis . Didirikan pada tahun 1782 dan selama 150 tahun menjadi rumah dari raja Thailand, pengadilan tinggi dan administrasi kepemerintahan. Biaya masuk pun relatif lebih mahal jika dibandingkan dengan tempat – tempat sebelumnya, yaitu 400 Baht / kepala.
Tak terasa haripun sudah hampir habis, kami memutuskan untuk menghabiskan malam ini di kamar. Mempersiapkan diri untuk hari esok lagi dengan melakukan treatment untuk menyegarkan tubuh seperti luluran dan maskeran, hehe, liburan kali ini cukup mewah sepertinya.
Note and Tips.
1. Banyak yang menyediakan boat service, cuman yang paling rame + besar adalah Chao Phraya Express Boat. Cukup nunggu di pier mana pun untuk lanjut ke pier yang lain, tapi yah jangan salah naik kapal yaaah.. :D oh yaah.. jam operasi dari jam 9 hingga jam 4 sore..
2. Berhubung disediakan One Day Pass seharga 300baht, perlu direncanakan trip yang akan dilalui nantinya, agar One Day Pass dapat dipergunakan secara maksimal, jika tidak disarankan menggunakan single trip sajah.. :D
3. Berhubung ini temple tur *berhubung mlulu daritadi... ahaha.. maka diharapkan berpakaian sopan, berlengan dan bercelana/rok panjang. Agar gak ribet nantinya saat masuk, bakalan disuruh pake sarung ataupun selendang...
written by: bby n bunn
Labels: c.h.u.b.b.y, t.r.a.v.e.l, thai



0 Comments:
Post a Comment
<< Home