Day 5 - Masyarakat Nomaden Modern
Tidurku yang lelap, terpecah oleh sayup – sayup bunyi alarm, ternyata sudah jam 4 pagi. Alarm sepagi ini tentu saja ada sebabnya, kami hari ini tergolong salah dua dari masyarakat nomaden modern, yang di jaman modern ini hidupnya masih harus berpindah – pindah. Dan hari ini kami akan beralih dari Bangkok menuju Phuket, salah satu pulau di belahan Thailand yang sangat terkenal dengan keindahan pantai dan pemandangan alamnya. Menurut petugas hostel, untuk mengejar pesawat jam 07:35, kami sudah harus berangkat jam 5. Cukup berat rasanya harus meninggalkan keramahan yang kami dapat selama kami tinggal disini, ditambah lagi kami belum cukup tahu seperti apa situasi di hostel kami nanti di Phuket. Sama seperti sebelumnya, kami tiba di airport 2 jam sebelum penerbangan, sehingga kami masih sempat berfoto – foto di sekitar airport dan tentu saja mengisi perut. Satu hal yang aku suka dari dunia penerbangan internasional, penerbangannya memang sesuai jadwal, tanpa berita delay.

Di Phuket , transportasi bisalah dibilang sedikit terbatas, sehingga taksi pun menjadi pilihan yang paling pas, walaupun kita harus sedikit berhati – hati dengan harganya. Kalau mengambil taksi yang resmi, harganya 450 Baht untuk sampai ke hostel kami di bilangan Patong beach. Kalau taksi yang tidak resmi, harga dimulai dari 650 Baht.
Setelah menempuh perjalanan hampir 40 menit bersama supir taksi yang pendiam dan suka ngebut. Lumayan jauh juga ternyata. Phuket sendiri walau merupakan pulau yang dikelilingi oleh pantai *ya iya lah yaah, tapi disini justru yang banyak terlihat adalah gunung. Bahkan sampai dikota dekat pantainya pun masih gunung juga yang terlihat. Sampailah kami di Bodega Phuket hostel, hostel yang pernah mendapatkan gelar #1 Best Hostel di Phuket. Harapanku ketika memilih hostel ini adalah untuk merasakan kenyamanan yang sama dengan di hostel kami di Bangkok kemarin. Dan, tentu saja, sambutan ramah dari petugas Bogeda hostel ini pun muncul dan menjadi pembuka chemistry kami dengan hostel ini. Kamarnya pun nyaman, apalagi kamar mandinya dilengkapi dengan bath tub, angan – angan berendam air panas pun muncul, karena badan sudah cukup merasakan lelah.

Babak awal di Phuket diawali dengan Patong beach, setelah mencoba mencari pantai, dari bantuan googgle maps, dan akhirnya bertanya pada pegawai hard rock, heheh.. gak jauh lagi katanya.. :D , ternyata Paton Beach pantai yang berpredikat pantai terpadat di Phuket. Tapi ketika kami datang, ternyata pantai ini sangat kosong, tentu saja, para turis asing mungkin masih tertidur lelap dikarenakan berpesta pora hingga pagi menyambut pergantian tahun. Dan kami memandang hal ini sebagai sesuatu yang sangatlah menyenangkan, kapan lagi menguasai pinggir pantai Patong kalau bukan hari ini, hehehe. Disini disediakan Jet Ski dan Parasailing, kisaran harga sekitar 1500baht.. :( mahaaaaaaaal.

Di seberang Patong Beach, terdapat banyak sekali pedagang kaki lima, yang menyuguhkan barang – barang yang beragam, seperti kaos, celana dan aksesori lainnya. Janganlah takut untuk menawar, karena ternyata, harga akhirnya lebih murah dari harga yang pernah kami dapat selama di Bangkok.
Disepanjang perjalanan dari hostel ke pantai itu sendiri, banyak sekali stand-stand kecil. Mereka adalah travel agent skala mini. Heheh.. dan mereka ini menyediakan banyak sekali tur + atraksi. Bukan menyediakan tepatnya tapi membantu turis untuk mendapat tur + atraksi dari link resminya. Harganya tentu beragam. Musti pinter nawar, tidak perlu takut gak dapat harga bagus, karena stand2 begini banyak banget. Baru lewat beberapa menit, bakal nemu lagi stand yang lain. Teknikalnya kita booking, dijemput oleh minibus dari hostel ke tempat yang dituju, pembayaran terkadang langsung ke agent ini ataupun dibayar langsung pada acara yang diikuti. Jadi mereka akan antar jemput kita dari acara hingga ke hostel. Dan tentunya saja penumpangnya ada dari hotel yang lain. Kesempatan juga berkenalan dengan turis yang lain. Tapi yaah.. dari sekian trip yang kami lalui, turis indonesia lah yang paling sombong.. huhuhu.. gaya euy.. *tpi bukan kmi lo yaah..
Kejutan lain datang lagi, keberuntungan membawa kami bertemu dengan seorang travel agent cerewet yang bernama Ms.Cesar. Dan tidak disangka, dia sangatlah berperan penting bagi kami selama perjalanan kami di Phuket. Bagaimana tidak, beragam aktifitas yang kami lakukan di pulau ini diatur bersih olehnya, kami hanya terima beres hingga ke urusan transportasinya, dan tentu saja, harga yang dia berikan tergolong sangatlah miring.

Malam pertama di Phuket, kami habiskan dengan menonton Phuket Fantasea Show, sebuah cultural show yang sangat spektakuler. Spektakuler disini, muncul karena perpaduan antara kecanggihan teknologi yang digunakan, bintang panggung yang terlatih dan pemilihan alur cerita tradisional yang ditampilkan memang benar – benar patut diacungkan jempol dan atraktif. Hal ini menjadikan drama musikal berdurasi 1.5 jam ini berlalu begitu cepat. Suasana di panggung tampak seperti gambar di sebelah kanan ini, spektakuler bukan?. Dari pintu masuk ke FantaSea show ini sendiri emang didesain megah. Awalnya dikira hanya sebuah ruangan lalu menampilkan atraksi, namun ternyata tidak, dibuat semacam thema park gitu. Walaupun kebanyakan isinya toko souvenir.. heheh





Seusai menonton, kami dimanjakan dengan hidangan berlimpah ruah yang nikmat dan lagi ternyata restoran ini adalah yang terbesar di Asia yang mampu menampung 4000 seated guests atau 10000 standing guests. Favoritku (baca: bby_ adalah Chicken Drum Stick. Paha ayam yang digoreng dengan campuran herbal ini, sangat menggelitik di lidah. Semua kemewahan yang kami rasakan malam ini, berbandrol 1500 Baht, yakni lebih murah 400 Baht dari harga normal, padahal sudah termasuk harga tiket masuk show, makan malam dan transportasi pulang pergi. Terima kasih Ms.Cesar. ^^

Note and Tips
1. Dikarenakan banyak agent2 yang bertebaran disepanjang Phuket, ada baiknya pembelian tiket pada mereka, include transport malah. Daripada musti beli online dari situs resmi :D
2. PhuketFantaSea main tiap malam nya sebanyak 2 kali, datanglah lebih awal, agar bisa poto2 dulu diarea FantaSea ini. Seru dan bagus2.. :D
written by: bby n bunn

Di Phuket , transportasi bisalah dibilang sedikit terbatas, sehingga taksi pun menjadi pilihan yang paling pas, walaupun kita harus sedikit berhati – hati dengan harganya. Kalau mengambil taksi yang resmi, harganya 450 Baht untuk sampai ke hostel kami di bilangan Patong beach. Kalau taksi yang tidak resmi, harga dimulai dari 650 Baht.
Setelah menempuh perjalanan hampir 40 menit bersama supir taksi yang pendiam dan suka ngebut. Lumayan jauh juga ternyata. Phuket sendiri walau merupakan pulau yang dikelilingi oleh pantai *ya iya lah yaah, tapi disini justru yang banyak terlihat adalah gunung. Bahkan sampai dikota dekat pantainya pun masih gunung juga yang terlihat. Sampailah kami di Bodega Phuket hostel, hostel yang pernah mendapatkan gelar #1 Best Hostel di Phuket. Harapanku ketika memilih hostel ini adalah untuk merasakan kenyamanan yang sama dengan di hostel kami di Bangkok kemarin. Dan, tentu saja, sambutan ramah dari petugas Bogeda hostel ini pun muncul dan menjadi pembuka chemistry kami dengan hostel ini. Kamarnya pun nyaman, apalagi kamar mandinya dilengkapi dengan bath tub, angan – angan berendam air panas pun muncul, karena badan sudah cukup merasakan lelah.

Babak awal di Phuket diawali dengan Patong beach, setelah mencoba mencari pantai, dari bantuan googgle maps, dan akhirnya bertanya pada pegawai hard rock, heheh.. gak jauh lagi katanya.. :D , ternyata Paton Beach pantai yang berpredikat pantai terpadat di Phuket. Tapi ketika kami datang, ternyata pantai ini sangat kosong, tentu saja, para turis asing mungkin masih tertidur lelap dikarenakan berpesta pora hingga pagi menyambut pergantian tahun. Dan kami memandang hal ini sebagai sesuatu yang sangatlah menyenangkan, kapan lagi menguasai pinggir pantai Patong kalau bukan hari ini, hehehe. Disini disediakan Jet Ski dan Parasailing, kisaran harga sekitar 1500baht.. :( mahaaaaaaaal.

Di seberang Patong Beach, terdapat banyak sekali pedagang kaki lima, yang menyuguhkan barang – barang yang beragam, seperti kaos, celana dan aksesori lainnya. Janganlah takut untuk menawar, karena ternyata, harga akhirnya lebih murah dari harga yang pernah kami dapat selama di Bangkok.
Disepanjang perjalanan dari hostel ke pantai itu sendiri, banyak sekali stand-stand kecil. Mereka adalah travel agent skala mini. Heheh.. dan mereka ini menyediakan banyak sekali tur + atraksi. Bukan menyediakan tepatnya tapi membantu turis untuk mendapat tur + atraksi dari link resminya. Harganya tentu beragam. Musti pinter nawar, tidak perlu takut gak dapat harga bagus, karena stand2 begini banyak banget. Baru lewat beberapa menit, bakal nemu lagi stand yang lain. Teknikalnya kita booking, dijemput oleh minibus dari hostel ke tempat yang dituju, pembayaran terkadang langsung ke agent ini ataupun dibayar langsung pada acara yang diikuti. Jadi mereka akan antar jemput kita dari acara hingga ke hostel. Dan tentunya saja penumpangnya ada dari hotel yang lain. Kesempatan juga berkenalan dengan turis yang lain. Tapi yaah.. dari sekian trip yang kami lalui, turis indonesia lah yang paling sombong.. huhuhu.. gaya euy.. *tpi bukan kmi lo yaah..
Kejutan lain datang lagi, keberuntungan membawa kami bertemu dengan seorang travel agent cerewet yang bernama Ms.Cesar. Dan tidak disangka, dia sangatlah berperan penting bagi kami selama perjalanan kami di Phuket. Bagaimana tidak, beragam aktifitas yang kami lakukan di pulau ini diatur bersih olehnya, kami hanya terima beres hingga ke urusan transportasinya, dan tentu saja, harga yang dia berikan tergolong sangatlah miring.

Malam pertama di Phuket, kami habiskan dengan menonton Phuket Fantasea Show, sebuah cultural show yang sangat spektakuler. Spektakuler disini, muncul karena perpaduan antara kecanggihan teknologi yang digunakan, bintang panggung yang terlatih dan pemilihan alur cerita tradisional yang ditampilkan memang benar – benar patut diacungkan jempol dan atraktif. Hal ini menjadikan drama musikal berdurasi 1.5 jam ini berlalu begitu cepat. Suasana di panggung tampak seperti gambar di sebelah kanan ini, spektakuler bukan?. Dari pintu masuk ke FantaSea show ini sendiri emang didesain megah. Awalnya dikira hanya sebuah ruangan lalu menampilkan atraksi, namun ternyata tidak, dibuat semacam thema park gitu. Walaupun kebanyakan isinya toko souvenir.. heheh





Seusai menonton, kami dimanjakan dengan hidangan berlimpah ruah yang nikmat dan lagi ternyata restoran ini adalah yang terbesar di Asia yang mampu menampung 4000 seated guests atau 10000 standing guests. Favoritku (baca: bby_ adalah Chicken Drum Stick. Paha ayam yang digoreng dengan campuran herbal ini, sangat menggelitik di lidah. Semua kemewahan yang kami rasakan malam ini, berbandrol 1500 Baht, yakni lebih murah 400 Baht dari harga normal, padahal sudah termasuk harga tiket masuk show, makan malam dan transportasi pulang pergi. Terima kasih Ms.Cesar. ^^

Note and Tips
1. Dikarenakan banyak agent2 yang bertebaran disepanjang Phuket, ada baiknya pembelian tiket pada mereka, include transport malah. Daripada musti beli online dari situs resmi :D
2. PhuketFantaSea main tiap malam nya sebanyak 2 kali, datanglah lebih awal, agar bisa poto2 dulu diarea FantaSea ini. Seru dan bagus2.. :D
written by: bby n bunn
Labels: c.h.u.b.b.y, t.r.a.v.e.l, thai



2 Comments:
Bisa minta no telp nya mr Prateep?
Please email di lica_lix@hotmail.com
Thanks
By
Anonymous, at January 17, 2012 5:47 PM
ok, sudah diemail yah..
By
Chen An, at January 18, 2012 8:18 AM
Post a Comment
<< Home